istilah ini biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berupaya untuk melepaskan diri dari ketergantungan energi yang disuplai oleh pihak ketiga, baik itu pemerintah maupun swasta.
klo kata GRID atau jaringan sih sebetulnya sudah saya kenal akrab sejak kecil, tapi sejak 4 tahun lalu saya mulai mengenal kata baru, yakni OFF GRID sebagai opposite dari grid ketika saya sedang melakukan independent study.
energy dalam bentuk modern (elektricity) maupun tradisional (api dan makanan) merupakan kebutuhan yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan manusia. dalam kegiatan alam bebas dan teori survival, energy tidak pernah tertinggal untuk mendapat perhatian khusus. tanpa ada energy maka manusia tidak dapat bertahan hidup. Bahkan masyarakat suku TENGGER memiliki keyakinan bahwa api tidak boleh padam dalam rumah mereka. Ketika api padam, maka kehidupan pun akan padam. Dengan demikian disadari (baik secara naive maupun critis) bahwa keberadaan energy merupakan salah satu tulang punggung kehidupan. Dalam memenuhi kebutuhan akan energy manusia akan mencarinya segala cara, bahkan peperangan dan pertempuran tak jarang diakibatkan karena perebutan energy (baik energy dalam bentuk bahan bakar maupun energy makanan).
Karena pentingnya posisi energy tersebut, negara mengganggap penting menguasai sektor energy dan mengelolanya agar tidak terjadi penguasaan energy oleh satu kaum tertentu dan agar dapat digunakan sebanyak-banyaknya demi kepentingan umum. Dengan keterbatasan yang dimiliki dan pola “satu pintu” maka dibutuhkan jaringan untuk mendistribusikan kepada masyarakat hingga penyebarannya merata dan terjangkau. Pembangkit didirikan dan saling dihubungkan untuk membentuk sistem jaringan interkoneksi dan saling backup.
Di Indonesia, interkoneksi terdapat di Jawa-Madura-Bali (JAMALI). Sehingga semua energy yang berhasil dibangkitkan, diatur untuk saling mengisi dan didistribusikan kepada masyarakat di JAMALI. Dalam sistem JAMALI terdapat susunan dan berbagai struktur distribusi dan pelevelan prioritas. Jika ada kejadian “defisit energy” ada daerah yang akan pertama kali di cut dari interkoneksi , dan sebaliknya, ada daerah yang paling akhir terkena imbas. Selain itu, monopoli yang dibentuk dari paham sentralistik dan penguasaan terhadap barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak juga diikuti dengan pelarangan penjualan langsung listrik kepada konsumen. kondisi ini merupakan satu paket dari sistem interkoneksi yang dibangun.
entah apa yang menyebabkannya, namun yang jelas, dirasakan maupun tidak, kondisi suply tenaga listrik jenis ini berekses terbentuknya ketergantungan pada sumber utama dan satu-satunya. ketergantungan pada energy itu suatu hukum alam, tapi ketergantungan itu di monopoli oleh suatu kaum tertentu itu yang bukan hukum alam. gerakan OFF GRID mengemuka untuk mengembalikan kebutuhan dan hak masyarakat dalam penguasaan masyarakat. jika masyarakat tidak punya kendali atas energy maka masyarakat itu hidup dalam kepadaman meskipun mereka hidup bergelimang cahaya.
listrik dan sumber energy banyak tersedia di indonesia. memang tidak banyak yang bisa dianggap memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi secara masal dan pabrikan. Tapi untuk sekala kecil kemungkinan tersebut tidak tertutup total. panas surya yang berlimpah, hujan di kota bogor yang tercurah tanpa kenal waktu dan musim, angin yang berhembus kencang di selatan bali, air pasang laut yang begitu tinggi di papua, panas bumi yang terkungkung dalam tanah, aliran sungai di saluran irigasi-irigasi, sapi dan kerbau yang mengembala tanpa arah, ranting-ranting kering yang menjadi sampah, gas-gas methane yang terlepas dari komposting, hembusan hawa panas dari AC dirumah-rumah dan perkantoran, petir yang sering memekik, dan masih banyak lagi yang dapat dikonversi menjadi energy siap pakai.
Memenuhi kebutuhan yang menjadi kebutuhan dasar kehidupan oleh masing-masing individu tidak dapat lepas dari pola masyarakat yang melingkupi suatu individu. melepaskan diri dari jaringan tanpa memikirkan pola yang telah berbentuk dalam mindset suatu individu dalam suatu masyarakat GRID sama saja menyuruh anak kecil untuk surfing tanpa dibekali keahlian. dan pasti bukan solusi yang diharapkan dari gerakan OFF GRID.
OFF GRID atau memerdekakan diri dari ketergantungan jaringan juga diiringi dengan perhatian yang cermat dan mendalam atas sisi-sisi relasi yang terbentuk dari suatu komunitas dalam jaringan (GRID). Merubah pola pikir dan pola tindak, memanfaatkan potensi-potensi, melepaskan kemanjaan dan ketergantungan merupakan paket dari gerakan OFF GRID. masyarakat yang independent tapi tidak melepaskan diri dari NKRI bukan utopia bahkan bukan monster yang perlu ditakuti. menyadari posisi setiap individu dalam komunitasnya perlu dibangkitkan jika berkeinginan mewujudkan masyarakat independent.
wes..ahh..
kakehan nggacor ae…
August 5th, 2008 at 5:42 am
Off grid kalo di kerjaanku berarti keluar dari Search Area Radius, jadi ga sesuai dengan Grid dari network planning yang sudah dibikin…
Lek kunam nyelip, metu tekan kampes yo iso disebut Off Grid juga. Sebab grid ny kunam juga sebatas luas kampes…hehehehe..
August 21st, 2008 at 2:53 am
wakakakaka…ngene ikiy loh lek pemuja tower…dimanapun tower berdiri…disitulah akan ada yang memaksa offgrid